Sebuah perusahaan rumah duka yang mengedepankan visi ramah lingkungan menawarkan proses kremasi jenazah tanpa menggunakan api. Sebagai gantinya, perusahaan asal Ontario, Kanada, ini menawarkan metode pelarutan tubuh memakai cairan alkalin hidrolisis dalam peti mati khusus.
Nantinya sisa tubuh jasad yang sudah terurai beserta cairan alkaline akan dibuang ke saluran got, seperti dilaporkan the Independent, Rabu (22/6). Adapun tulang-tulang yang masih tersisa bakal dihancurkan untuk diserahkan kembali pada keluarga.
"Tujuan akhir metode ini sama saja seperti pemakaman, namun alih-alih menunggu proses 15 hingga 20 tahun, jasad akan lebih cepat terurai dengan alkaline," kata Dale Hilton, pemilik rumah duka AquaGreen Disposition.
Hilton menjamin teknis pelarutan jasad ini sangat ramah lingkungan. Kombinasi air, alkaline, serta manipulasi temperatur tidak akan menghasilkan limbah kimia tertentu saat dibuang.
Dari pengalaman Hilton, butuh dua jam untuk melarutkan sepenuhnya jasad itu memakai metode alkaline sampai menyisakan belulang saja.
Hilton mengklaim permintaan atas kremasi ramah lingkungan meningkat. Setidaknya setahun terakhir dia memperoleh 200 klien yang meminta jasad keluarga dilarutkan alih-alih dibakar.
"Sebab kremasi memakai api memang tidak ramah lingkungan. Orang mulai mencari alternatif yang lebih baik," ujarnya. (Merdeka)
loading...